
PEMANFAATAN TIK DI NEGARA JEPANG
Oleh : HERI SUTOPO
Anggota : Tengku Juliadi, Heru Lesmana
Pembimbing : Dr. Deni & Asra M.Ed
I. Pendahuluan
Jepang merupakan salah satu negara terkaya didunia, selain Amerika serikat dan Jerman Wilayah Jepang kecil tetapi mempunyai jumlah penduduk yang padat, menempati urutan ke tujuh didunia. Negara Jepang mempunyai sedikit lahan tetapi mempunyai aneka ragam industri, Efesiensi dan teknologi skill, termasuk didalamnya Jepang sangat maju dibidang ICT atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jepang melesat Jauh dengan peradaban yang mengagumkan. Jepang tercatat sebagai nomor satu dalam dalam industri dan usaha perikanan laut Jepang adalah penangkap ikan terbanyak dengan 45% tangkapan dunia. Jepang tertetak diseberang timur Rusia, disebelah Barat korea Utara dan Korea Selatan disebelah selatan China dlbaratdaya. Luas Jepang hampir tiga kali luas pulau Jawa.
II. Penyusunan Kurikulum Sekolah di Jepang
Buku Nanbu sensei berjudul Educational System and Administration in Japan, terbitan Kansai Society for Educational Administration pada tahun 1999, yang disusun oleh pakar pendidikan Jepang yang menceritakan tentang administrasi pendidikan di Jepang. Seperti halnya di Indonesia, di Jepang pun kurikulum disusun oleh sebuah komite khusus dibawah kontrol Kementerian Pendidikan (MEXT). Komisi Kurikulum terdiri dari wakil dari Teacher Union, praktisi dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil MEXT. Komisi ini bertugas mempelajari tujuan pendidikan Jepang yang terdapat dalam Fundamental Education Law (Kyouiku kihonhou), lalu menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri. Namun, karena unsur politik sangat kental mewarnai wakil-wakil yang duduk dalam komisi ini maka tak jarang terjadi perdebatan panjang terutama antara wakil teacher union dan wakil kementerian dalam penyusunan draft kurikulum.
Pembaharuan kurikulum di Jepang berlangsung setiap 10 tahun sekali, dan kurikulum terbaru yang diterbitkan di tahun 1998 adalah pembaharuan ketujuh sejak kurikulum yang diterapkan pada Perang Dunia II.
Kurikulum 1998 membawa angin baru dalam dunia pendidikan Jepang. Kurikulum ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya berdasarkan konsep yang dibawanya yaitu pendidikan yang berorientasi kepada pengembangan beragam personality siswa, bukan seperti sebelumnya yaitu common education, atau pendidikan yang sama untuk semua siswa.
Kurikulum yang baru bersifat fleksibel dan memungkinkan sekolah untuk meramu kurikulum sendiri berdasarkan kondisi daerah, sekolah dan siswa yang mendaftar. Sebagai contoh, di SMP, selain mata pelajaran wajib, siswa juga ditawarkan dengan mapel pilihan.
Dengan adanya kurikulum baru ini, training besar-besaran dilakukan untuk mengubah pola pikir guru-guru Jepang. MEXT juga merevisi beberapa buku pelajaran, dan secara hampir bersamaan mengusulkan pemberlakuan 5 hari sekolah dan adanya jam khusus untuk pengembangan jiwa sosial siswa melalui integrated course atau sougoteki jikan.
Kurikulum di level sekolah disusun dengan kontrol penuh dari The Board of Education di Tingkat Prefectur dan municipal (distrik). Karena kedua lembaga ini masih terkait erat dengan MEXT, maka pengembangan kurikulum Jepang masih sangat kental sifat sentralistiknya. Namun rekomendasi yang dikeluarkan oleh Central Council for Education (chuuou shingi kyouiku kai) pada tahun 1997 memungkinkan sekolah berperan lebih banyak dalam pengembangan kurikulum di masa mendatang.
Beberapa hal berikut sangat diperhatikan ketika sekolah menyusun kurikulumnya :
1. Mengacu kepada standar kurikulum nasional
2. Mengutamakan keharmonisan pertumbuhan jasmani dan rohani siswa
3. Menyesuaikan dengan lingkungan sekitar
4. Memperhatikan step perkembangan siswa
5. Memperhatikan karakteristik course pendidikan/jurusan pada level SMA
Secara garis besar penyusunan kurikulum sekolah adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan tujuan sekolah
2. Mempelajari standar kurikulum, dan korelasinya dengan tujuan sekolah
3. Menyusun course wajib dan pilihan untuk SMP dan SMA
4. Mengalokasikan hari efektif sekolah dan jam belajar.
II.A. Kurikulum Sekolah Di Jepang
Kurikulum SMA di Jepang, kota Nagoya, provinsi Aichi
Kelas 1 :
Bahasa Jepang (4 kredit), Geografi A (2), Math I (3), Integrated Science A (2), Sports (3), Penjas (1), Kesenian & Ketrampilan (2, pilihan : kaligrafi, musik, art), bhs Inggris (3), Teknologi Informatika (3), Industry, society dan manusia (2), Pilihan wajib (4, terdiri dari : Bhs Inggris dan Math A, Bhs Inggris dan Literatur kuno, Integrated Science B dan Math A). Home room (1)
Kelas 2 :
Sejarah dunia (2), Masyarakat modern (2), Science (2, pilihan : fisika I, biologi I, kimia I), Sports (3), Penjas (1), Keterampilan Keluarga (2), Integrated Course (1), Mata pelajaran pilihan sesuai jurusan (12), Mata pelajaran pilihan bebas (4), Home room (1)
Kelas 3 :
Sports (2), Keterampilan Keluarga (2), Integrated Course (2), Mata pelajaran pilihan jurusan (16), mata pelajaran pilihan bebas (7), Home room (1).
Kurikulum SMA Negeri di kota Wakkanai, provinsi Hokkaido :
Kelas 1 :
Bhs Jepang (4), Sejarah Dunia (4), Math I (3), Math A (2), Kimia I (2), Sports (3), Penjas (1), Keterampilan I (2), Bhs Inggris Oral Conversation I (2), Bhs Inggris I (3), Keterampilan Keluarga (2), Integrated Course (1), Home room (1)
Kelas 2 :
Peradaban modern (2), Literatur kuno (2), Sejarah Jepang B (2) atau Geografi B(2), MathII (4), Math B (2), Science (1), Biologi Tanaman, Bioogi Hewan (3), Sports (3), Penjas (1), Keterampilan (1), Bhs InggrisII (4), Keterampilan keluarga (1), Teknologi Informatika A (2), Integrated Course (2), Home room (1)
Kelas 3 :
Peradaban modern (2), Logika (2), Ekonomi dan pemerintahan (2), Science (1), Sports (3), Reading (5), Pelajaran pilihan (4, pilihan : literatur kuno, Reading literatur kuno, Math III), Mata Pelajaran pilihan (2, pilihan : sejarah dunia B, sejarah Jepang B, Geografi B, Math B, Keterampilan II), Pilihan (3, pilihan : Math Standar, Math II, Math B, Kimia II), Pilihan (2, ekspresi bhs Jepang, Math C, Oral Conversation I, Reading), Pilihan (2, Biologi Tanaman II, Biologi Hewani II, Ilmu Bumi II), Integrated Course (1), Home room (1).
Keterangan : Agka di dalam kurung adalah jumlah kredit, Math A, Math B, Math C adalah pembagian seperti Aljabar, Arithmetika, dan Geometri. Integrated Course adalah jam khusus untuk mempelajari banyak hal dan merupakan paduan beberapa subject. Home room adalah kegiatan aktivitas kelas, misalnya persiapan event tertentu, rekreasi kelas, pentas seni dll. Mata pelajaran pilihan ditawarkan untuk membantu siswa merancang lapangan kerja yang akan ditekuninya di masa mendatang.
Berdasarkan kurikulum kedua sekolah terlihat bahwa :
1. Sekolah di Jepang sedikit mempunyai kebebasan meramu sendiri kurikulum sekolah. Kurikulum di setiap daerah berbeda.
2. Mata pelajaran yg distandarkan secara nasional seperti bahasa Jepang, bhs Inggris, Math, Sejarah, Sports, Penjas, Keterampilan dan Kesenian, Science, Integrated Course, Home room tetap diberlakukan.
3. Sekolah memiliki kebebasan meramu pelajaran pilihan
4. Pelajaran pilihan ditekankan pada jenjang kelas 2 dan 3
5. Jumlah kredit rata-rata 30 per jenjang.
II.B. Ekstrakurikuler di Jepang
Di Jepang, ekstrakurikuler diputuskan oleh pihak sekolah sama pentingnya dengan program intrakurikuler. Dari sini akan diketahui bakat, minat, dan kemampuan siswa yang jika mendapat penanganan serius dari pihak sekolah bisa mencetak generasi terampil teknologi, termasuk atlet-atlet beken di masa mendatang.
Merujuk pada apa yang dilakukan sekolah-sekolah Negeri Sakura itu, ada sejumlah smart tips bagi pihak sekolah yang berkomitmen kuat untuk memberdayakan ekstrakurikuler agar membuahkan hasil luar biasa.
Pertama, pihak sekolah mempunyai dana memadai untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Jumlah dana itu tentu saja disesuaikan dengan jumlah ekstrakurikuler yang dibuka dan pelatih yang akan didatangkan. Di awal tahun pelajaran penyusunan RAPBS wajib memperhatikan ketersediaan dana ekstrakurikuler.
Kedua, fasilitas dan alat penunjang latihan wajib dicukupi. Jangan sampai terdapat sepuluh siswa mengikuti ekstrakurikuler seni petik gitar, sementara gitar yang tersedia hanya satu atau duah buah. Itu pun sudah rusak.
Ketiga, sejak awal pihak sekolah mencari tahu bakat, minat, dan kemampuan masing-masing siswa. Guru BK bekerjasama dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan bisa melakukan berbagai macam cara cerdas untuk mengetahui talenta siswa. Jika bakat dasar anak didik sudah diketahui, pihak sekolah mengarahkan siswa agar memilih salah satu ekstrakurikuler yang disukai sesuai bakat dan minatnya. Agar fokus, seorang siswa diharapkan hanya mengikuti satu jenis ekstrakurikuler. Pembatasan jumlah siswa dalam sebuah kelompok ekstrakurikuler juga penting agar setiap siswa mendapat perhatian yang cukup dari pelatih. Di samping itu, perlu adanya motivation training di kalangan siswa mengenai kegiatan ekstrakurikuler yang akan diikuti.
Keempat, pihak sekolah menyusun kurikulum atau silabus kegiatan ekstrakurikuler agar jelas tujuan, proses, target, dan evaluasinya. Tanpa adanya silabus, kegiatan ekstrakurikuler akan berjalan seadanya. Sangat memungkinkan bagi sebuah sekolah untuk melakukan studi banding ke sekolah-sekolah tersohor yang terbukti mempunyai ekstrakurikuler bagus.
Kelima, perekrutan tenaga pelatih harus benar-benar selektif. Jika menginginkan hasil terbaik, tidak ada istilah pemerataan tugas guru untuk mengelola ekstrakurikuler. Hanya mereka yang benar-benar memiliki latar belakang dan kemampuan di masing-masing bidang yang dapat menjadi pelatih. Atau, pihak sekolah lebih baik mendatangkan pelatih profesional dari luar meski harus membayar lebih. Sementara guru bisa diaktifkan sebagai pengawas latihan.
Keenam, proses yang baik merupakan awal keberhasilan. Siswa berpotensi di bawah asuhan pelatih yang mumpuni akan sangat mudah berhasil jika proses kegiatan ekstrakurikuler berjalan menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan. Dengan demikian, kedisiplinan berlatih wajib dijunjung tinggi.
Ketujuh, adanya kerja sama antarsekolah. Misalnya, untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam penguasaan debat bahasa Inggris, English Club sebuah sekolah dapat mengundang English Club sekolah lain untuk Uji Lomba Debat atau tim bola voli sekolah A menantang tanding tim bola voli sekolah B. Melalui kegiatan ini, kemampuan siswa akan semakin terasah dan komunikasi antarpelatih juga terjaga.
Kedelapan, pihak sekolah wajib memfasilitasi siswanya untuk unjuk gigi di setiap perlombaan, baik di tingkat kabupaten, karesidenan, provinsi maupun nasional. Perkara kalah menang adalah nomor sekian; yang penting siswa mendapat pengalaman dan pembelajaran berharga di kancah pertandingan sehingga ke depan mereka berlatih lebih giat lagi sampai berhasil tampil sebagai juara.
III. Seragam Sekolah Sailor di Jepang.
Pakaian ala sailor merupakan ide seorang kepala sekolah Fukuoka jo gakuin, Ibu Elizabeth Lee. Waktu itu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika berolahraga. Maka bu kepala sekolah teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju sailor. Tahun 1918, bu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi ( 太田豊吉 )untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Setelah jadi, baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka bu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim sekarang.
Selanjutnya gerakan anak-anak masih juga terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Maka bu Elizabeth datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak dan tetap kelihatan cantik. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit yang semula tidak pendek seperti sekarang. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi Jepang semakin pendek.
Tahun 1921, pertama kali pemakaian seragam sailor di Jepang. Pada tahun yang sama, sekolah Kinjou gakuin di Aichi juga memutuskan menggunakan seragam sailor. Adapun anak laki-laki mereka berseragam seperti tentara Jepang dulu, lengkap dengan topinya yang disebut dengan `gakuran`. Pakaian sailor untuk siswi sebenarnya juga agak berkesan militer.
Seragam sailor biasanya dilengkapi dengan dasi (beragam modelnya), lalu disertai rok kotak-kotak berlipit-lipit, dan pada musim dingin para siswi sering memadukannya dengan loose shocks (kaus kaki kedodoran). Di beberapa sekolah seragam sailor tidak dipakai lagi, tapi diganti dengan blazer atau kemeja putih berlengan pendek atau panjang. Tapi rok yang dikenakan sama, Anak-anak SMA lebih modis dan punya gaya berseragam yang unik-unik.
IV. Perkembangan Teknologi dan Pemanfaatan TIK Di Negara Jepang
Dinegara jepang sudah lazimnya pembelajaran disekolah sudah memanfaatkan teknologi modern, diantaranya e-learning dan internet, proyektor, OHP, Radio, Television, wireless, gelombang mikro, SMS, MMS bahkan sekarang sudah dirancang dengan teknologi yang lebih baru.
Langkah Negara Jepang Menjadikan TIK sebagai Industri Strategis
Untuk meraih keunggulan komparatif dinegara Jepang, TIK dimasukkan sebagai salah satu industri strategis. Sebuah industri layak dijadikan industri strategis karena komoditinya memiliki 3 sifat, yakni export oriented, import-substitutable, dan capital raising. Artinya, komoditi tersebut harus bersifat mudah diekspor, dapat menggantikan barang import yang lebih mahal, serta dapat menaikkan nilai dari pengguna komoditi tersebut. Tiga buah langkah tersebut dilakukan diJepang, yakni akuisisi teknologi maju, meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal, serta technology sharing dengan bangsa lain. Didunia pendidikan Jepangpun juga sangat membutuhkan keberadaan teknologi, termasuk didalam TIK.
IV.A. Huawei, Pemanfaatan Teknologi WiMaX di Jepang
Dengan menggandeng Fujikura, sebuah pabrik pembuat kabel power dan komunikasi, Huawei Technologies mengumumkan telah berhasil menyelesaikan dua percobaan solusi WiMaX mobile end-to-end untuk Reinan Cable Network (RCN) dan Beam Planning Corporation (Beam) di Jepang pada akhir Maret lalu, hal ini sangat perlu untuk mendukung teknologi Jepang termasuk dalam bidang TIK dan pendidikan.
Percobaan ini diklaim sebagai langkah penting untuk berlangsungnya proyek jangkauan broadband tanpa kelim di seluruh Jepang pada 2010 oleh Pemerintah Jepang yang bertitel u-Japan Plan. Selain itu, percobaan ini juga merupakan terobosan bagi Huawei dalam memasuki tuntutan pasar dunia, di mana kemampuan pengiriman dan kualitas produk vendor sangat diperlukan sejak bulan Juli terakhir, ketika vendor asal China ini berhasil terpilih untuk menempatkan jaringan HSDPA dan AII-IP pertama kali di Jepang untuk eMobile. Terpilih sebagai penyedia teknologi Wimax untuk kapasitas tinggi dan jangkauan yang luas, RCN membantu memecahkan masalah akses broadband di daerah yang memiliki jangkauan broadband rendah. Nah, untuk memastikan perubahan yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas di daerah-daerah tersebut, solusi Wimax dari Huawei pada proyek tersebut menggunakan teknologi multiple input multiple out put (MIMO) dan orthogonal frequency division multiple access (OFDMA). Cai Liqun, president Product Line Wimax Huawei mengatakan, “Huawei tidak hanya memanfaatkan dalam bidang nirkabel, internet protocol (IP), terminal-terminal dan chipset, tetapi juga menunjukkan pengalamannya dalam perencanaan jaringan Wimax. Kami berharap dapat mem-berikan layanan broadband terdepan kepada para pelanggan Jepang melalui kerja sama dengan para operator CATV.”
IV.B. Pemanfaatan Cisco IPICS 2.0 Dalam Berkomunikasi
Pada awal April lalu, Cisco System meluncurkan IP Intero-perability Collaboration System 2.0 (IPICS), yang merupakan so-lusi pemersatu Public Switched Telephone Network (PSTN), Land Mobile Radio (LMR), telepon mobile, komputer, dan Push-to-Talk (PTT) dalam satu jaringan internet. Hadirnya Cisco IPICS 2.0 merupakan solusi komprehensif yang menghilangkan batasan pengkotakan perangkat komunikasi untuk meningkatkan kemampuan ko-munikasi di lingkungan kerja dan lapangan karena adanya interoperabilitas antar jenis perangkat komunikasi yang berbeda. “Ini tentu menghemat biaya komunikasi karena kita dapat berko-munikasi tanpa dibatasi lokasi dan tipe jaringan yang dipakai,”.
Jadi, jika sebelumnya radio dua arah terisolir karena pengkotakan perangkat komunikasi, dengan Cisco IPICS 2.0 pengguna dapat melakukan respon dengan menghantarkan informasi ke dan dari berbagai jenis perangkat, seperti radio, IP Phone, telepon mobile atau komputer yang sudah dilengkapi dengan software Cisco Push-To-Talk Management Center (PMC). Dengan begitu, kemampuan komunikasi antar karyawan di dalam lingkungan kantor maupun di lapangan menjadi tak terbatas.
IV.C. MRAM: Pemanfaatan Teknologi Terbaru Memori Ko
Kecepatan komputer selalu didambakan oleh siapa saja. Berbagai usaha dan penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komputer. Beberapa waktu yang lalu super komputer tercepat di dunia telah hadir untuk membantu militer amerika melakukan perhitungan. Kini giliran sebuah teknologi di bidang Memory komputer.
Sebelumnya kita pernah mendengar istilah RAM (Ramdom Access Memory) untuk menyebut memory komputer. Memory RAM ini memiliki berbagai jenis mulai dari EDO RAM, DDR1, DDR2 dan beberapa jenis lainnya. Namun ternyata RAM saja belum cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia akan tuntutan kecepatan. Oleh karena itu sekarang dikembangkan sebuah jenis memory baru.
Memory tersebut diberi nama Magnetoresistive Random Access Memory (MRAM), memory ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM tetapi juga Lebih hemat Energi. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnit.
IBM dan beberapa perusahaan pengembang yang lain berencana menggunakan MRAM, MRAM ini akan memutar elektron-elektron untuk mengganti kutub magnet. Hal ini juga dikenal sebagai spin-torque MRAM (Torsi putar MRAM) teknologi inilah yang kini sedang dikembangkan.
Dengan membangun pilar-pilar kecil berukuran 165 nano meter, akan mengakibatkan magnet variabel pada atas lapisan akan mengakibatkan arus listrik mengalir dari bawah ke atas dan akan memutar posisi elektron. Medan magnet ini akan berubah dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah kutub medan magnet ini. Kemudian kutub utara dan selatan akan bertukar. Jika anda bingung dengan proses di atas, tidak usah dihiraukan juga tidak apa-apa. Atau kalau mau membaca sendiri yang versi inggris disini. Yang pasti, kecepatan MRAM mencapai 10 kali lipat kecepatan RAM. Kecepatan ini masih bisa terus dikembangkan dimasa depan.
IV.D. Pemanfaatan WI-FI (Wireless Fidelity) Di Jepang
“ On the future, the current of information will be increase by internet network. It will global all the world and demand everybody to adaptation with it. That condition inseparable with computer and internet network as the main tool. Communication is important, we can imagine if there is no communication in the world. Furthermore, why the wireless (no cable) will be significant in communication network. The developments of communication will no space of distance and location. Finally, all the people will communicate with the internet media. the communication with the wireless technology”.
Pelaku Teknologi dan Teknologi komunikasi dan Informasi, yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia, seperti India, Cina, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan lainnya, yang memang memiliki dasar pendidikan yang kuat. Misalnya, orang-orang India yang dikenal di bidang hitung-hitungan uang dan pengembangan perangkat lunaknya. Kemudian orang Cina yang jago menduplikasi semua teknologi yang ada, sama seperti orang Jepang di era tahun 1970-an.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat . Salah satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global.
Wireless Fidelity atau yang lebih dikenal dengan Wi-Fi mungkin sudah tidak asing lagi terdengar ditengah masyarakat informasi saat ini. Khususnya bagi para maniak internet. Wi-Fi sendiri ialah sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Local (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan access point (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan. Sedangkan masyarakat umum mengenal Wi-Fi sebagai sebuah radio sehingga pemakaiannya dapat mentransfer data denagn cepat dan aman.
Teknologi wireless local area network (WLAN) atau disebut juga Wi-Fi (wireless fidelity) saat ini telah tersedia, baik yang berstandar 802.11b yang lebih dulu popular dan banyak didukung pembuat perangkat (laptop, PDA, ponsel dan lainnya) maupun 802.11a, 802.11g yang baru dikeluarkan. Atau yang sekarang ini tengah dimantapkan, yakni 802.16 (WiMax – Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang berskala dunia.
Hardware dan Cara kerja Wi-Fi
Saat ini, hardware Wi-Fi yang beredar di pasaran berupa: PCI, USB, PCMIA, dan Compact Flash.
Wi-Fi memiliki 2 cara kerja atau biasa di kenal dengan mode operasi, yaitu :
1. Mode Managed
Mode Managed menggunakan titik akses yang berfungsi mengatur lalu lintas data. Titik akses ini berfungsi seperti pusat transfer data. Kelebihan mode ini adalah transfer data lebih cepat, cakupan area yang lebih luas, serta pengaturan dan keamanan data lebih terjamin. Mode ini biasanya di gunakan untuk hotspot wifi dan perkantoran yang memerlukan stabilitas dan keamanan data.
2. Ad Hoc
Ad Hoc menggunkan koneksi antar device Wi-Fi peer too peer. Kelemahan mode ini adalah bila device Wi-Fi yang terhububg terlalu banyak, transfer data jadi lambat. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi Cuma 2 atau 4, tanpa perlu membeli titik akses.
Tingginya animo masyarakat khususnya di kalangan komunitas internet menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Wi-Fi di buat dengan tujuan untuk membawa kemudahan dan kepraktisan bagi masyarakat pengguna teknologi. Wi-Fi diasosiasikan dengan kebebasan karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentaransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan cafe-cafe yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Wi-Fi membuat masyarakat tidak perlu di repotkan lagi untuk memasang kabel network.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Para mahasiswa pun dapat dengan mudah menemukannya di kampus-kampus.
Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi baik 2,4 GHz maupun 5 GHz, yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan
Kelebihan-kelebihan Wi-Fi antara lain :
1. Memungkinkan Local Area Network untuk di pasang tanpa kabel, hal ini juga sekaligus akan mampu mengurangi biaya untuk pemasangan dan perluasan jaringan. Selain itu juga Wi-Fi dapat dipasang di area yang tidak dapat di akses oleh kabel, seperti area outdoor
2. Wi-Fi merupakan pilihan jaringan yang sangat ekonomis karena harga paket ship Wi-Fi yang terus menurun
3. Produk Wi-Fi tersedia secara luas di pasaran
4. Wi-Fi adalah kumpulan standard global di mana klien Wi-Fi yang sama dapat bekerja di negara-negara yang berbeda di seluruh dunia
5. Protocol baru untuk kualitas pelayanan damn mekanisme untuk penghematan tenaga membuat Wi-Fi sangat cocok untuk alat yang bentuknya sangat kecil dan aplikasi yang latency-sensitif (contohnya : suara dan video)
6. Network ini di design untuk punya symetric up and down speed
Kelemahan Wi-Fi yakni :
1. Pengguanaan baterai relative lebih tinggi apabila dibandingkan dengan penggunaan standar, sehingga menyebabkan baterai cepat lemah atau habis (mempersingkat daya tahan baterai) dan menyebabkan panas
2. Bentuk Wireless enkripsi standar yang paling terkemuka. Wired Equivalent Privacy atau di persingkat WEP, telah menunjukkan fakta bahwa ia dapat di hancurkan (dikacaukan sinyal atau frekuensinya) meskipun telah di konfirmasikan secara benar.
3. Jaringan Wi-Fi bisa di monitor dan di gunakan untuk membaca dan menduplikasikan data (termasuk di dalamnya data0data pribadi) yang disalurkan melalui jaringan ketika tidak ada akses tertutup, seperti VPN.
4. Jika tembok batas akses Wi-Fi tidak terproteksi secara kuat untuk sebatas pada pemakai intern, maka network Wi-Fi bisa di akses bebas ber-internet.
Perkembangan Teknologi Informasi sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi. Perkembangan teknologi jaringan tanpa kabel semakin cepat. Ini ditandai dengan dengan munculnya Personal Digital Assistance (PDA), dan notebook yang telah mendukung standar protokol Wi-Fi (Wireless Fidelity) 802.11b dan 802.11a. Saat ini komunikasi data maupun suara dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Di Indonesia teknologi Wi-Fi sudah mulai banyak digunakan.
Kita pun tidak direpotkan lagi dengan jaringan kabel untuk mendapat akses internet. Kawasan Istora Senayan dilengkapi dengan sarana hotspot yang memiliki bandwith 512 kilobit perdetik. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan dial up lewat telepon yang hanya berkapasitas paling tinggi 56 kilobite perdetik.
Dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi baik 2,4 GHz maupun 5 GHz yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan.
V. Penutup
Dari uraian diatas tampak jelas bahwa jepang sebagai negara yang mempunyai wilayah lebih kecil dibanding wilayah Indonesia, sangat mendukung sebagai negara industri berbasis TIK. Jepang sangat mempedulikan pendidikan diantaranya perangkat kurikulum, gedung sekolah, laboratorium sekolah, tenaga guru, teknologi sekolah dan industri, bahkan dirancang cara terbaru untuk memajukan pendidikan dan industri negaranya.
Penemuan-penemuan teknologi baru dijepang sangat diperhatikan, sehingga sangat potensial sekali Jepang menjadi negara pelopor di bidang pendidikan dan menjadi negara industri yang maju dikawasan Asia, bahkan dunia.
DAFTAR PUSTAKA
- ___________, Majalah e-Indonesia, 2008, Chandra Wirawan
- ___________, Internet, April 2008, ShiroGadget.mht
- Peta Atlas Jepang, 2006, Lintas Media Jombang
- ___________, Internet, 2008, Google Earth.
- Kebudayaan Jepang, 2006, Buku Pelajaran IPS
- Maintenance And Repair Kompunter, Diktat 2002, PPPGT Bandung.